Tanda-tanda Insomnia

Saat Anda Sulit Tidur

Setiap orang membutuhkan tidur. Sayangnya, ada orang yang mengalami kesulitan tidur. Pada malam hari, ketika tubuh mestinya beristirahat, mereka malah tetap terjaga. Tidak bisa tidur. Jika kondisi itu terus berlanjut, pola tidur bisa kacau dan ujung-ujungnya mengganggu kesehatan.

Malam hari adalah waktu untuk beristirahat. Setelah seharian beraktivitas, tubuh memerlukan setidaknya 8 jam untuk istirahat. Tidur memberi kesempatan tubuh untuk melakukan regenerasi. Namun, tidak semua orang bisa tidur dengan nyenyak pada malam hari.

Seorang teman mengeluhkan kondisi tidak bisa tidur yang dialaminya sejak lama. "Saya tidak bisa tidur," begitu kata Rianti.
Sudah hampir setahun, perempuan berusia 37 tahun itu tidak bisa tidur tepat waktu seperti kebanyakan orang. "Entah mengapa, saya tidak mengantuk. Saya bisa seharian terjaga tanpa terasa mengantuk, tetapi pernah tidur cukup lama, sejak pukul 7 pagi hingga pukul 1 atau 2 siang," katanya.

Karena tak tahan dengan kondisi itu, Rianti kemudian meminum obat penenang."Supaya bisa tidur dengan enak," katanya.
Insomnia, seperti disebutkan dalam buku Ayo, Bangun dengan Bugar Karena Tidur yang Benar adalah gejala dengan keluhan sulit tidur, mudah terbangun, terbangun terlalu awal, atau tidur yang tidak berkualitas. Hanya saja, definisi insomnia ini belum cukup karena banyak orang yang menggambarkan keluhan tersebut, tetapi merasa baik-baik saja.

Oleh karenanya, insomia kemudian mengikutsertakan gejala-gejala saat terjaga. Definisi insomnia pun dilengkapi dengan mengalami satu atau lebih gejala tidur tersebut disertai keluhan di siang hari, seperti rasa lelah, kantuk, gangguan suasana hati, penurunan kemampuan kognitif, dan gangguan hubungan sosial.

Baru Gejala
"Insomnia banyak macamnya. Bisa karena obat, sakit, atau penyakit. Tetapi, paling sederhana adalah karena kebiasaan tidur yang kurang sehat," kata Dr. Andreas Prasadja, RPSGT.
Masalah itu bisa terjadi pada siapa saja. Laki-laki dan perempuan dari berbagai kelompok umur bisa sama-sama mengalami insomnia.

"Hanya yang perlu dipahami, insomnia itu baru gejala. Diagnosisnya bisa macam-macam," ujar ahli tidur dari Klinik Gangguan Tidur RS Mitra Kemayoran Jakarta ini.

Sama seperti demam, yang baru gejala, diagnosis dari demam ini bisa flu, demam berdarah, atau tifoid. Jadi bisa saja ada masalah di balik tidak bisa tidur itu. Contohnya, delayed sleep phase atau fase tidur tertunda. Keluhan yang muncul adalah insomnia, tetapi pasien memang baru bisa tidur pukul 3 pagi. Jadi, jam tidurnya saja yang bergeser.
"Delayed sleep phase ini bukan digolongkan insomnia. Golongannya circadian rhythm disorder, namun gejalanya memang insomnia," imbuh Dr. Andreas.

Ada yang Sementara
Secara garis besar, insomnia ada yang sementara dan menetap. Disebut sementara bila insomnia terjadi selama satu malam hingga dua minggu. Kesulitan tidur sementara itu bisa disebabkan lonjakan emosi karena sedih, stres, atau gembira meluap-luap, perbedaan zona waktu, kerja shift, atau berada di lingkungan baru.

Sementara insomnia menetap berlangsung lebih lama hingga menahun. Penyebabnya bisa karena asam lambung yang naik saat berbaring, sindrom tungkai kaki gelisah (bergerak-gerak), beberapa penderita sleep apnea, penyakit lain yang menimbulkan nyeri, serta kecemasan yang berkepanjangan.

Mengetahui penyebab insomnia menjadi cara untuk mengatasi insomnia. Selain itu, insomnia diatasi dengan memodifikasi perilaku tidur supaya pola tidur lebih sehat. "Obat-obatan diberikan hanya bila diperlukan saja. Itu pun harus dengan pengawasan dokter," kata Dr. Andreas.

Tanda-tanda Insomnia

- Sulit tidur meski merasa lelah
- Sering terbangun pada malam hari
- Sulit untuk kembali tidur sesudah terbangun
- Bergantung pada obat tidur atau alkhol agar bisa tidur
- Bangun terlalu cepat pada pagi hari
- Rasa mengantuk, lelah atau lekas marah pada siang hari
- Sulit berkonsentrasi sepanjang hari

Editor: Dewi Agustina | Sumber: Kompas.com

terkait : Tips Agar Tidur Lebih Nyenyak

0 comments:

Post a Comment